Apakah makna biblis dari istilah “Diberkatilah engkau …,” dalam Injil Lukas 1:42, yang dalam rumusan doa Salam Maria berbahasa Indonesia memakai istilah “Terpujilah engkau …,”?
Dosen Kitab Suci di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi St. Yohanes Pematangsiantar, Sumatera Utara, yang sedang menjalani studi doktoral di Universitas Urbaniana Roma, Rm FX Marmidi SCJ akan membantu kita dalam menjawab pertanyaan tersebut berdasarkan terang Sabda Allah.
Marilah kita temukan inspirasi hidup dari setiap rumusan doa Salam Maria yang kita daraskan.
“Kesetiaan dan kebesaran hati Ibu Maria itulah yang menjadi teladan terbaik bagi kita dalam mengikuti Tuhan Yesus.”
Dalam Gereja Katolik, Maria memiliki peran dan tempat yang istimewa. Ia merupakan salah satu sosok yang dekat dengan hidup beriman orang Katolik. Sebagai sosok yang istimewa, Ibu Maria menjadi teladan bagi banyak orang, terutama dalam menghayati iman.
Melalui video ini, Rm Ch Wahyu Triharyadi SCJ membantu kita semua untuk melihat dan mengerti secara lebih mendalam peran Ibu Maria dalam hidup beriman kita.
Rumusan “Tuhan sertamu” mengekspresikan jaminan Tuhan sendiri yang akan melindungi dan menyertai Maria. Jaminan yang sama pun kini menjadi keyakinan dan harapan para pendoa.
Apakah doa Salam Maria ada di dalam Kitab Suci? Jika rumusan “Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu,” tertulis dalam Kitab Suci, apakah maknanya ungkapan tersebut bagi umat beriman yang sering mendoakannya?
Dosen Kitab Suci di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi St. Yohanes Pematangsiantar, Sumatera Utara, yang sedang menjalani studi doktoral di Universitas Urbaniana Roma, Rm FX Marmidi SCJ akan membantu kita dalam menjawab pertanyaan tersebut berdasarkan terang Sabda Allah.
Dengan doa Rosario, umat beriman memegang kebenaran itu di tangan mereka. Ajaran inkarnasi bukanlah sesuatu yang abstrak, yang berada di dunia pikiran tetapi nyata ada di jari-jari umat. Kebenaran itu tersentuh oleh realitas jemari umat beriman ketika mendoakan Rosario.
Doa Rosario merupakan salah satu doa yang paling populer di kalangan umat Gereja Katolik, khususnya pada bulan Mei ini.
Doa ini dipilih untuk membantu kita agar dekat dengan Tuhan melalui Bunda Maria. Ada banyak kisah menarik seputar doa Rosario dalam sejarah Gereja Katolik. Salah satu kisah yang pernah muncul adalah bahwa Doa Rosario dipakai untuk melawan ajaran sesat.
Simak penjelasan tema ini secara tuntas melalui video, bersama Rm. Christoforus Wahyu Tri Haryadi SCJ.
Dalam tradisi Gereja Katolik, Bulan Mei dikenal sebagai Bulan Maria.
Dalam satu bulan ini, umat Katolik meluangkan waktu untuk berdoa bersama Bunda Maria. Peran Maria yang cukup vital dalam jantung kehidupan umat Katolik, membuat Maria memiliki banyak sebutan atau gelar. Salah satu gelar yang cukup dikenal adalah Maria sebagai Bunda Perantara Ilahi.
Apa artinya Maria disebut sebagai “perantara”? Lalu, adakah bedanya dengan Yesus?
Bagaimana memahami dan menghayati ajaran iman Gereja ini agar kita tidak salah kaprah? Penulis buku Katolik Salah Kaprah (2020) Rm. Christoforus Wahyu Tri Haryadi SCJ mengulas secara singkat tema ini.
“Hati yang gembira adalah obat yang manjur,” (Amsal 17:22).
Kutipan dari Kitab Amsal di atas kiranya bisa kita maknai bahwa hati yang bahagia, damai, dan tenang adalah obat yang manjur. Ia memancarkan aura positif dalam hidup sehari-hari, baik untuk diri sendiri maupun orang lain yang kita jumpai. Alhasil, tubuh dan jiwa kita akan merespons secara positif pula.
Hati yang damai dan tenang yang memancarkan kegembiraan merupakan kerinduan setiap insan. Terlebih saat-saat ini, masa pandemi Covid-19.
Di tengah wabah corona yang sedang merebak, kita harus membatasi ruang gerak di luar lingkungan rumah. Alasannya, demi kesehatan dan kebaikan yang lebih luas. Ternyata, Covid-19 tidak hanya mengancam fisik. Ia pun memunculkan kekhawatiran yang menyasar aspek kehidupan mental, ekonomi, relasi sosial, dan lain sebagainya.
Jika hal tersebut dibiarkan berlarut-larut, hati yang damai dan tenang akan tinggal kenangan. Imun tubuh pun akan ikut melemah.
Br Yohanes Yuwono SCJ menunjukkan langkah-langkah menuju tenang, damai, bahagia, dan sehat. Jalan yang ditawarkan ialah meditasi kesehatan.
Video tutorial meditasi untuk pemula bagian pertama ini secara khusus dipersembahkan bagi kita, terlebih untuk melatih jiwa kita agar di situ terbangun harmoni. Tentu suasana batin ini sangat kita perlukan dalam menghadapi masa Covid-19 ini.
Semoga praktik latihan yang berkesinambungan mampu membantu kita untuk mengalami hadirat Allah yang hening dan menenteramkan untuk jiwa raga kita. Semoga Allah berkenan menyelenggarakan damai, hening, tenang, dan sukacita bagi hidup kita.
Tak jarang, bekerja dari rumah saja (work from home) membuat seseorang bingung. Apalagi di masa pandemi covid-19, yang belum bisa ditebak kapan berakhirnya. Ada yang sudan mulai bosan tinggal dan bekerja di rumah. Ada yang bingung dan cenderung galau, mau bikin sesuatu apa lagi. Mafhumlah, orang sudah terbiasa bekerja dan hidup dalam kerangka interaksi dengan orang lain, face to face. Belum lagi, ada sekian pekerjaan yang hanya mungkin jika dilakukan secara langsung atau tanpa suatu mediasi.
Akan tetapi, apapun itu, inilah situasi yang kita hadapi dan alami saat ini. Semuanya demi suatu kebaikan yang lebin besar dan agung. Maka, bagaimana kita perlu menyiasati harian kita agar tetap memberi makna kehidupan yang lebih luas dan luhur?
Video pendek berikut mencoba mengurai hal di atas. Di sini ditampilkan work from home versi seorang imam. Kreativitasnya tentu bisa menginspirasi siapapun diri kita, untuk menentukan langkah konkret agar aktivitas kita di rumah saja bisa memberi makna.