Deprecated: Array and string offset access syntax with curly braces is deprecated in /home/scjori3/public_html/wp-content/themes/porto/porto/inc/functions/general.php on line 178
Renungan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam – Rumah Dehonian

Renungan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam

Renungan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam

RENUNGAN KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM 

RAJA YANG MELAYANI DENGAN KASIH

 

  • Minggu, 20 November 2022
  • Injil Lukas 23:35-43.
  • Oleh Romo Thomas Suratno SCJ

 

Berbeda dari para raja di dunia, Kristus menunjukkan kemuliaan-Nya justru dalam pelayanan, kemiskinan, dan pengorbanan demi kasih-Nya kepada manusia.

 

Hari ini Gereja merayakan Hari  Raya Tuhan Yesus Kristus Raja Semesta Alam. Apa yang muncul di pikiran kita kalau mendengar kata “Raja”? Mungkin yang tampil di benak kita, seseorang yang berpakaian keemasan, bermahkota, memegang tongkat dan duduk di tahta. Beginikah gambaran Tuhan Yesus di Surga,seperti yang digambar dalam gambar-gambar suci tentang Yesus sebagai raja. Tentunya kita dapat mengetahuinya dengan lebih jelas kelak, jika kita telah memandang-Nya dalam Kerajaan-Nya, yakni setelah kita masuk dalam kehidupan kekal di surga.

Kitab Wahyu memaparkan tentang kemuliaan Tuhan yang demikian tak terbayangkan, karena memang tak pernah kita lihat contohnya pada kerajaan manapun di dunia ini. Sebab, kemuliaan raja di dunia yang tertinggi sekalipun tidak akan dapat dibandingkan dengan kemuliaan Tuhan di Surga. Sabda Tuhan yang tertulis dalam 1Tim 6:16 menyatakan bahwa Kristus “satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri…” Kemuliaan Tuhan inilah yang secara sekilas diperlihatkan kepada para Rasul ketika Yesus dimuliakan di atas gunung Tabor.

 

Ingatlah bahwa peristiwa ini memberi pengharapan kuat kepada para murid untuk tetap setia beriman sampai akhir, sebab mereka menantikan penggenapan akan janji Tuhan ini. Ketahuilah bahwa seberapapun besar kesusahan, penderitaan, bahkan penganiayaan yang kita alami di dunia tidak akan sebanding dengan kemuliaan yang akan kita terima, jika kita tetap setia kepada Kristus. Sebab, Kristus telah mengalahkan kuasa dosa dan maut, segala kejahatan dan bahkan si jahat itu sendiri, dan di akhir zaman, kemuliaan-Nya akan dinyatakan dengan sempurna.

Allah menghendaki agar kita mengambil bagian dalam kemuliaan-Nya itu. Sabda Tuhan hari ini dalam Kol 1:12 mengajak kita untuk bersyukur kepada-Nya, sebab Ia membuat kita “layak mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam Kerajaan Terang.” Sebab oleh jasa Kristus yang telah menebus dosa-dosa kita di kayu salib, kita telah dipindahkan dari kuasa kegelapan menuju kerajaan-Nya. Namun, karunia istimewa ini yang kita terima saat baptisan, harus kita jaga terus. Kita perlu berjuang untuk hidup sesuai dengan panggilan kita sebagai anak-anak Allah.

Rasul Petrus mengingatkan, “Ia [Tuhan] telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, …… kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang…. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus,”(2Ptr 1:4-11).

Maka dengan demikian syarat agar kita dapat mengambil bagian dalam kemuliaan Tuhan Yesus adalah kita hidup sesuai dengan ajaran iman kita, yang diwujudkan dengan kasih.Yesus telah menunjukkan kasih-Nya yang tak terbatas kepada kita, dengan kerelaan-Nya wafat di kayu salib demi menebus dosa-dosa kita. Kita pun dapat belajar dari penjahat yang bertobat, yang disalibkan di sisi Yesus…. penjahat itu bertobat sesaat sebelum menghembuskan napasnya yang terakhir.

Juga, di sini ia secara tidak langsung menganjurkan kepada sesama rekan penjahat yang juga disalibkan, bahkan secara rohani kita semua yang berdosa yang mendengar kisah ini diajak agar mau bertobat. Sadarilah bahwa mengajak orang lain untuk merenungkan kesalahannya dan bertobat adalah salah satu bentuk kasih yang tertinggi. Sebab, pertobatan adalah awal suatu perjalanan iman yang mengarahkan seseorang kepada keselamatan kekal. Tak ada bentuk kasih yang lebih tinggi kepada sesama, selain daripada menginginkan mereka untuk dapat sampai pada keselamatan kekal. Apakah juga kita bisa melakukan hal yang sama?

Di akhir tahun liturgi dan di Hari Raya Kristus Raja ini, mari kita menilik ke dalam hati kita, sejauh mana kita setia dalam iman kita dan sejauh mana kita mewujudkannya dengan kasih. Sebab berbeda dari para raja di dunia, Kristus menunjukkan “kemuliaan-Nya” justru dalam pelayanan-Nya, kemiskinan-Nya dan pengorbanan-Nya, demi kasih-Nya kepada kita umat manusia, termasuk Anda dan saya. Sudahkah kita mengikuti teladan Yesus Sang Raja kita ini? Sudahkah kita mau hidup sederhana, mau melayani dan rela berkorban demi kasih kepada sesama? Sebab jika kita berbuat demikian, kita menempatkan Tuhan Yesus sebagai Raja di hati kita, dan kemuliaan-Nya pun telah dapat kita alami sejak di dunia ini.

St. Ambrosius mengatakan, “Tuhan selalu memberi lebih banyak daripada yang kita minta. Penjahat itu hanya meminta supaya Yesus mengingatnya, tetapi Yesus berkata, ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.’ Intisari kehidupan adalah hidup dengan Yesus Kristus. Dan, di mana Kristus berada, di sana Kerajaan-Nya ditemukan.”

Marilah kita pun mendoakan perkataan yang sama ini dengan tulus, “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja,” (Luk 23:42). Dan semoga Tuhan Yesus menjawabnya seturut kemurahan hati-Nya.

 

DOA:

Ya Tuhan Yesus Kristus, Engkau sungguh telah menebus kami dengan tergantung di atas kayu salib. Engkau adalah raja kami yang selalu bertakhta di atas singgasana dalam hati kami.Maka rajailah, kuasailah, dan pimpinlah hidup kami senantiasa sehingga karena iman kami pada-Mu akan menuntun kami pada keselamatan kekal yang telah Kaujanjikan. Amin.

Semoga Allah YangMahakuasa memberkati saudara sekalian, Bapa (+) dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

LEAVE A COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *