RENUNGAN MINGGU BIASA XXIX

RENUNGAN MINGGU BIASA XXIX

Adil pada Tuhan dan Sesama

 

  • Minggu, 18 Oktober 2020
  • Injil Mat 22:15-21
  • Oleh Romo Thomas Suratno SCJ

Keadilan kepada Tuhan diberikan oleh manusia dalam bentuk kebajikan agama. Sebagai Pencipta dan Pemelihara manusiaTuhan patut mendapatkan pujian dan sembah.

 

Sebagai anak-anak Allah kita telah dibebaskan dan mempunyai kebebasan untuk menjalani hidup seturut yang dikehendaki Allah. Kebebasan bukanlah sebebas-bebasnya.

Kita telah bebas dari cengkraman dosa karena penebusan Yesus namun tidak bebas untuk melakukan segala sesuatu yang kita sukai dan ingini. Maka harus terus-menerus mencari, menemukan, dan menjalankan apa yang diingini Allah.

Itulah persembahan yang utama kepada Allah. Kita bersyukur karena Allah selalu memberi kekuatan dan kemampuan kepada kita untuk melakukan hal itu.

Lalu, sebagai anak-anak Allah (orang beriman) kita juga sekaligus warga masyarakat suatu bangsa. Dengan demikian,tentu saja kita mempunyai hak dan kewajiban terhadap Negara. Apakah hal ini terpisah dengan kewajiban kita kepada Allah?

Almarhum Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ mengatakan, kita hendaknya menjadi 100% orang Katolik 100% orang Indonesia. Hal ini memberi pesan bahwa kalau kita sungguh Katolik,ya seharusnya kita sungguh orang Indonesia yang melakukan tugas dan kewajibannya sebagai warga negara. Dan apa yang kita lakukan itu hendaknya menjadi perwujudan iman.

Kemudian, sebagai orang beriman kita harus mengungkapkannya kepada Allah dalam doa (ibadah) dan karya. Kalau kedua hal ini dapat kita hayati dan laksanakan dalam hidup sehari-hari maka benarlah bahwa kita telah menjalankan perintah Yesus: “Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

Semoga,sebagai orang “merdeka”,kita hidup dalam usaha terus-menerus merealisasikan apa yang dikehendaki Allah dan menjalankan hak serta kewajiban sebagai warga negara yang baik.

Lalu, dariFirman Yesus tadi “Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” Ini sebenarnya juga mengajak kita untuk menerapkan prinsip keadilan.

Prinsip keadilan mengatakan bahwa kita harus memberikan kepada seseorang (termasuk Tuhan) apa yang menjadi haknya. Dengan demikian, Kristus mengajarkan agar kita memberikan keadilan kepada penguasa dengan memberikan apa yang menjadi kewajiban kita kepada penguasa dan pada saat yang bersamaan memberikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan.

Keadilan kepada Tuhan diberikan oleh manusia dalam bentuk kebajikan agama (religion), karena Tuhan sebagai Pencipta dan Pemelihara manusia patut mendapatkan pujian dan sembah, yang diwujudkan dalam agama.

Nah, di dalam komunitas dan masyarakat, kita mengenal adanya keadilan, yang disebut: keadilan komutatif, keadilan distributifdan keadilan legal. ((St. Thomas Aquinas, Summa Theology, II-II, q.61, a.1)) Keadilan tersebut mengatur hubungan antar individu atau antar bagian (disebut keadilan komutatif), antara bagian ke keseluruhan (disebut keadilan legal) serta mengatur keseluruhan ke individu (disebut keadilan distributif). Dalam Katekismus Gereja Katolik memberikan penjelasan sebagai berikut:

KGK 2411Kontrak-kontrak berada di bawah tuntutan keadilan komutatif, yang mengatur pertukaran antara pribadi-pribadi dengan memperhatikan hak-hak mereka dengan seksama. Keadilan komutatif wajib sifatnya. Ia menuntut bahwa orang melindungi hak-hak pribadi, membayar kembali utang, dan memegang teguh kewajiban-kewajiban yang telah diterima dengan sukarela. Tanpa keadilan komutatif, tidak mungkin ada suatu bentuk keadilan yang lain. Keadilan komutatif dibedakan dari keadilan legal, yang menyangkut kewajiban para warga negara terhadap persekutuan dan dari keadilan distributif yang mengatur, apa yang harus diberikan persekutuan kepada para warganya, sesuai dengan sumbangan dan kebutuhan mereka.

KGK 2412Demi keadilan komutatif, kewajiban untuk ganti rugi menuntut bahwa orang mengembalikan barang yang dicuri kepada pemiliknya. Yesus memuji Zakheus karena janjinya: “Sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang, akan kukembalikan empat kali lipat” (Luk 19:8). Siapa yang secara langsung atau tidak langsung mengambil milik orang lain, berkewajiban untuk mengembalikannya, atau membayarnya kembali dengan uang tunai atau dalam natura; demikian juga mengganti kerugian bunga atau manfaat yang pemilik sah dapat terima darinya. Siapa yang dengan salah satu cara telah mengambil keuntungan darinya dengan radar, umpamanya siapa yang menyuruhnya atau yang telah bekerja sama atau yang melindunginya, berkewajiban untuk ganti rugi sesuai dengan tanggung jawab dan keuntungannya.

Kemudian, hubungan antara individu diatur berdasarkan kesetaraan dan hubungan persekutuan kepada warganya diatur berdasarkan proporsi. Dan setiap individu harus memberikan dirinya kepada persekutuan untuk mencapai kebaikan bersama.

Maka semakin menjadi jelaslah bahwa warta Injil hari ini juga memberikan gambaran akan keadilan itu, yakni memberikan apa yang menjadi hak orang lain, termasuk Tuhan.

Kalau keadilan dapat diterapkan, maka damai sejahtera akan muncul. Kitab Mazmur mengatakan “Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman,(Mzm 85:11).

Jadi, kalau kita mau menciptakan damai sejahtera, maka mulailah dengan bersikap adil. Dengan demikian, keadilan akan bertemu dengan damai sejahtera dalam satu kesatuan.

Sadar akan warta Injil hari ini, maka marilah kita bersama-sama berusaha menciptakan keadilan di tengah-tengah kita, terutama memberikan kepada Negara apa yang wajib kita berikan padanya (misal: membayar pajak) dan memberikan kepada Tuhan apa yang wajib kita berikan kepada-Nya juga, misal doa pujian dan syukur dalam ibadah kita sebagai orang beriman kristiani.

 

DOA:

“Ya Tuhan Yesus Kristus, tolonglah kami selalu untuk tidak jemu-jemunya mempersembahkan hidup dalam doa dan karya, bersikap adil menuju damai sejahtera bersama, sehingga kami menjadi semakin pantas disebut murid-murid-Mu yang sejati. Amin.”

 

LEAVE A COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *