Deprecated: Array and string offset access syntax with curly braces is deprecated in /home/scjori3/public_html/wp-content/themes/porto/porto/inc/functions/general.php on line 178
RENUNGAN MINGGU BIASA XVI – Rumah Dehonian

RENUNGAN MINGGU BIASA XVI

RENUNGAN MINGGU BIASA XVI

Jadilah Gandum yang Berbuah

  • Minggu, 19 Juli 2020
  • Injil Mat 13:36-43
  • Oleh Romo Thomas Suratno SCJ

Kita harus menjadi gandum yang berbuah dan bukan ilalang yang merusak, sehingga kita tidak dimusnahkan melainkan dimasukkan dalam lumbung surgawi.

 

Dalam perumpamaan tadi, dijelaskan bahwa Anak Manusia-lah yang menaburkan benih yang baik. Hal ini akan terlihat lebih jelas, kalau kita juga membaca perumpamaan tentang Sang Penabur (lih.Mat 13:1-23).

Kristus telah menaburkan benih yang baik kepada setiap orang, namun benih ini dapat tumbuh dengan baik kalau manusia menjawab panggilan Tuhan, yang digambarkan sebagai benih yang jatuh di tanah yang baik dan menghasilkan buah yang berlimpah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat (ay.23).

Namun, di perumpamaan berikutnya (ay.23-42), Kristus memberikan perumpamaan bahwa untuk dapat mencapai Kerajaan Surga, diperlukan kewaspadaan dan senantiasa berjaga karena si jahat menaburkan benih lalang, dan dengan demikian secara aktif merusak benih yang baik yang ditaburkan oleh Kristus.

Dikatakan bahwa si jahat menaburkan benih lalang ketika semua orang sedang tertidur (ay.25). Yesus ingin menekankan pentingnya untuk senantiasa berjaga-jaga, baik terhadap serangan si jahat dan berjaga-jaga sampai pada akhir kehidupan kita, maupun berjaga sampai akhir zaman (lih.Mat 24:42-43).

Yesus menekankan pentingnya untuk senantiasa berjaga-jaga dan berdoa sehingga kita tidak jatuh dalam percobaan (lih.Mrk 14:38). Rasul Paulus mengajak kita harus berbaju-zirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan.

Hanya dengan tiga kebajikan ilahi, yang ditopang oleh doa dan dikuatkan oleh Roh Kudus, kita dapat berjaga-jaga tanpa mengenal lelah, sehingga tidak memberi kesempatan kepada si jahat untuk menaburkan benih lalang.

Benih lalang yang ditaburkan oleh si jahat bukanlah benih lalang biasa. Jenis lalang ini sangat sulit dibedakan dengan gandum biasa, karena bentuknya yang serupa. Kalau seseorang mencoba memisahkan lalang dengan gandum sebelum waktunya, maka mereka dapat salah mencabut. Seseorang hanya dapat membedakan antara lalang ini dengan gandum ketika mereka bertumbuh besar dan bulir-bulirnya mulai masak.

 

 

Dari sini, kita dapat melihat bahwa benih baik yang tercampur dengan benih lalang akan menjadi sangat berbahaya. St. Yohanes Kristotomus dan St. Thomas Aquinas menyebutkan bahwa ajaran yang menyesatkan adalah ajaran yang benar bercampur dengan ajaran yang salah, sehingga banyak orang sulit untuk membedakannya.

Sebagai contoh, kita dapat melihat pengajaran dari teologi kemakmuran, yang memberikan kebenaran tentang kasih Allah, namun mereduksi kasih Allah sebatas hal-hal yang bersifat material. Maka seharusnya kita memegang ajaran yang benar dan berbuah dalam kasih, maka besarlah pengharapan kita akan memperoleh keselamatan abadi di Sorga.

Akhirnya, Yesus mengatakan untuk membiarkan gandum untuk tumbuh bersama-sama dengan lalang, sampai pada akhir zaman. Hal ini memberikan pengharapan sekaligus kesediaan untuk mempersiapkan diri.

Pengharapan bahwa Tuhan akan terus memberikan kesempatan bagi kita untuk memperbaiki kesalahan kita sampai kita dipanggil Tuhan. Namun pada saat yang bersamaan, pengharapan ini juga harus dibarengi dengan kesiapsiagaan, karena tentang hari dan saatnya tidak ada seorangpun yang tahu.

Pada saat akhir zaman, lalang yang dibiarkan tumbuh bersama gandum di ladang tidak dapat dibiarkan masuk ke dalam gudang yang sama. Pada saat itu, orang-orang yang melakukan kesesatan dan melakukan kejahatan akan dicampakkan ke dalam dapur api.

Bagaimana dengan gandum atau orang-orang yang melakukan kehendak Bapa? Mereka akan mendapatkan kebahagiaan abadi di surga.

Maka marilah kita sungguh mau mendengar dan menghayati apa yang diajarkan Yesus tentang gandum dan ilalang ini. Kita harus menjadi gandum yang berbuah dan bukan ilalang yang merusak, sehingga kita tidak dimusnahkan melainkan dimasukkan dalam lumbung surgawi.

 

DOA:

Ya Tuhan Allah, tumbuhkan dan kembangkanlah aku menjadi gandum yang baik dan akhirnya dapat berbuah melimpah yang berguna bagiku maupun semua orang di sekitarku. Amin.

 

LEAVE A COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *