Deprecated: Array and string offset access syntax with curly braces is deprecated in /home/scjori3/public_html/wp-content/themes/porto/porto/inc/functions/general.php on line 178
RENUNGAN MINGGU BIASA XIV – Rumah Dehonian

RENUNGAN MINGGU BIASA XIV

RENUNGAN MINGGU BIASA XIV

 

Datanglah dan Belajarlah pada-Nya

 

  • Minggu, 05 Juli 2020
  • Mat 11:25-30
  • Oleh Romo Thomas Suratno SCJ

 

Jika setiap hari kita mempelajari dan menghayati salah satu cara dan sifat serta semangat Yesus, niscaya kelegaan dan keindahan hidup akan menjadi milik kita.

Dari warta Injil hari ini kita dapat mengerti atau belajar tahu beberapa hal dari firman-Nya.

Pertama,  Tuhan Yesus memanggil orang-orang yang letih lesu dan berbeban berat untuk diberi kelegaan. Tetapi cara Yesus memberi kelegaan adalah dengan cara bukan membuang kuku tetapi menambahkan beban yang baru, yang diberi nama “kuk”.

Keduakiranya semua orang Yahudi telah paham bahwa “KUK” itu selalu memberatkan. Lalu mengapa Yesus mengatakan bahwa beban “KUK-Nya” itu ringan dan enak? Apakah kuk ini ber-bentuk seperti makanan.

Ketiga, dengan pemberian kuk ini berarti orang Kristen tidak cukup memakai dan memikul salib karena masih ada yang harus dikenakan, yaitu “kuk”. Harus diakui bahwa sebenarnya kita tidak sangat familiar dengan ini barang yang namanya ‘kuk’ tersebut.

Keempat, apa hubungan memikul kuk dengan kerendahan hati dan kelemah-lembutan yang dimaksud oleh Yesus. Bukannya memikul kuk itu perlu kegagahan, keperkasaan dan bukannya kelembutan bahkan kelemahan.

Untuk merenungkan dan merefleksikan warta hari ini,kita perlu sejenak berdiam dan memikirkan begini: Air segar kiranya akan menghilangkan dahaga para petani yang bekerja di bawah terik mentari. Sebuah gubuk tempat berbaring dapat menghilangkan penat si petani yang seharian bekerja di tengah sawah.

Di sini beban, derita, tanggungan fisik mereka tidak diambil alih, tetapi jiwa dan raga mereka diteduhkan, diringankan, dibebaskan oleh kesegaran air dan keteduhan gubuk, tempat meluruskan kaki dan meregangkan otot.

Nah, jika Yesus mengundang kita yang letih lesu dan berbeban berat untuk mendapat kelegaan dari pada-Nya, itu tidak berarti Yesus akan datang menggantikan kita untuk menjalani hidup kita, menggantikan kita dari kerja tangan kita; dan juga Yesus tidak datang mengambil terik mentari atau menggantikan kita bekerja.

Namun,Yesus menjanjikan kita hati yang lemah lembut, dengan mana kita tidak tegang, stres dan penuh paksaan diri. Dia janjikan kerendahan hati dengan mana kita tidak menggerutu, mengutuk, mempersalahkan, bertingkah angkuh,dan arogan. Sebuah sikap rohani atau keutamaan yang baru, yang akan membantu kita menyikapi beban tanggungan hidup secara baru.

Andaikata setiap hari kita mempelajari dan menghayati salah satu cara dan sifat serta semangat Yesus, niscaya kelegaan dan keindahan hidup akan menjadi milik kita. Percayalah bahwa hidup itu indah. Sehingga baiklah kalau dalam diri kita ada dan mempunyai sikap keutamaan yang harus kita hayati:

Pertama, RENDAH HATI!

Kita harus datang dengan merendahkan diri di hadapan Tuhan. Agar hidup kita terasa lega, maka pertama kita harus mau datang menjawab undangan Tuhan Yesus. Kita harus mengakui bahwa kita tengah bergumul dengan suatu masalah yang tidak dapat kita atasi sendiri yang membuat kita letih dan lesu dan berbeban berat. Mungkin saja, banyak orang tidak mau mengakuinya, itu berarti mereka tidak mau melepaskan sedikitpun pergumulan hidupnya; mereka merasa mampu dan akhirnya tidak mau berserah. Padahal ada banyak permasalahan di dalam hidup ini yang tidak dapat kita tanggung dengan kekuatan sendiri.

Hanya Tuhan Yesus, Dia yang mampu menangani dengan pasti. Maka bawalah semua beban kita  kepada-Nya dengan kerendahan hati. Lalu rasakanlah pertolongan-Nya yang selalu siap menyertai kita.

Kedua, BERSERAH DIRI!

kita harus mau memikul kuk yang dipasangkan Tuhan kepada kitaMemang harus diakui bahwa beban dan tanggungjawab sebagai umat Kristen itu berat tetapi karena Yesus senantiasa menyertai kita dan selalu mengajari kita untuk bersikap lemah lembut maka beban itu tidak dirasakan lagi sebagai beban yang berat tetapi sungguh terasa ringan.

KetigaBELAJAR!

Kita harus mau belajarlah dari Yesus. Agar hidup kita terasa lega, maka setiap hari kita harus belajar kepada Yesus. Bagaimana caranya? Salah satunya adalah kita harus mau setiap hari mendengar dan merenungkan Sabda Tuhan maka Dia pasti akan menuntun dan membimbing langkah kita untuk menghadapi dan memenangkan setiap beban dan pergumulan hidup kita.

Belajar berarti kita mau dibekali dengan kekuatan firman TUHAN untuk menghadapi ujian hidup agar kita ‘lulus’ dan menang.

Keempat, PERCAYA!

Kita harus percaya bahwa beban kita enak dan ringan.Sekali lagi, Allah tidak berkata bahwa Dia akan menghapuskan segala beban kita, namun Dia berjanji untuk memberikan kelegaan bagi jiwa kita. Dan kuk yang diberikan Tuhan Yesus itu adalah enak dan ringan.

Mengapa enak dan ringan? Karena Yesus telah memberikan kita kelegaan dan kekuatan untuk menanggung semua kuk yang diberikan-Nya kepada kita sehingga walau pergumulan kita berat, tetapi karena ada Kristus di tengah pergumulan berat itu, maka berat berubah menjadai berkat. 

Karena itu, marilah kita segera datang kepada TUHAN jika hidup kita terasa berbeban berat, percayalah Ia akan memberikan kelegaan kepada kita.

 

DOA:

Ya Allah, Engkau hadir dan tinggal di tengah-tengah kami dan aku sendiri merasakan ketenangan dan kedamaian. Semoga kehadiranku, baik di dalam keluarga, di tempat kerja, atau di lingkungan masyarakat, juga dapat membawa kenyamanan dan kedamaian. Amin.

 

LEAVE A COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *