RENUNGAN HR HATI YESUS YANG MAHAKUDUS

RENUNGAN HR HATI YESUS YANG MAHAKUDUS

 Hati Kudus Yesus

 

  • Jumat 19 Juni 2020
  • Injil Mat 11:25-30
  • Oleh Romo Thomas Suratno SCJ

 

Kita perlu selalu datang dan mau belajar serta menimba kasih Hati Tuhan Yesus.

 

Gereja Katolik dan kita sebagai umat Katolik, percaya bahwa Yesus memiliki hati yang mahakudus, yakni sebuah hati yang mampu mengasihi dan berbelas kasih tanpa batas. Maka sudah selayaknya, bahkan seharusnya lah, kita semua belajar dan mendidik diri untuk memiliki hati seperti Hati Yesus.

Tentu, sebagai manusia, ciptaan Allah kita sadar bahwa manusia itu meskipun luhur sebagai cipataan namun terbatas. Justru dalam segala keterbatasan itulah sebagai manusia, kita tak perlu lelah berusaha, berjuang untuk agar memiliki hati yang menyerupai hati Yesus.

Tidakkah kita senantiasa bermohon kepada Tuhan dalam doa “jadikanlah hati kami seperti Hati-Mu”? Mungkin saja sampai sampai saat ini doa itu sebagai doa tertulis dan bahkan doa hafalan belaka. Belum sempat merefleksikan dan merenungkannya dalam hati kita masing-masing.

Dalam tradisi doa Katolik,kita mengenal devosi kepada Hati Kudus Yesus. Atau yang lebih populer dikenal sebagai Novena Hati Kudus Yesus. Doa Hati Kudus Yesus ini sangat penting dan bermakna sangat tinggi inilah praktik kristosentris yang sangat mendalam, yang sudah menjadi bagian penting dari devosi Kristen sejak awal.

Dalam terang Kitab Suci, istilah ‘Hati Kudus Yesus’ menunjukkan keseluruhan misteri Kristus, keseluruhan keberadaannya, dan pribadi-Nya. ‘Hati Kudus’ adalah Kristus, Sabda yang berinkarnasi, Juruselamat yang secara intrinsik mengandung kekuatan Roh Kudus. Itulah sebabnya kita dapat berdoa tertuju kepada “Ya Hati Kudus Yesus….” (kasihanilah dan selamatkanlah kami).

Di masa lalu, devosi ini mulai populer di kalangan umat Kristen setelah seorang biarawati Visitation dari Perancis yang bernama Maria Margaretha Alacoque, mendapat vision (penglihatan rohani) tentang Yesus. Dikisahkan dalam penglihatan itu, menurut penuturan Maria Margareta ini, Yesus meminta Gereja untuk menghormati Hati-Nya yang Paling Suci (artinya: Mahakudus). Maka sejak itulah banyak orang mulai berdoa dan berdevosi kepada Hati Kudus Yesus. Doa itu kemudian terus populer hingga sekarang ini.

Apa yang direnungkan oleh beberapa orang kudus dan saleh berikut tentang Hati Kudus Yesus yang menyentuh hati dan kiranya cocok untuk kehidupan sehari-hari hingga saat ini.

Pertama-tama adalah St. Margareta Maria Alacoque. Dia mengatakan dan ini merupakan pesan dari vision rohaninya bahwa Tuhan kita Yesus Kristus menginginkan agar kita, demi menguduskan diri kita sendiri, memuliakan Hati-Nya yang penuh kasih. Hati-Nya adalah yang paling menderita dalam Kemanusiaan-Nya yang Kudus. Luar biasa,… Tuhan Yesus ingin supaya kita kudus atau menguduskan diri dengan memuliakan Hati Kudus-Nya yang penuh cinta walau hati-Nya itu penuh penderitaan dalam kesucian hidup-Nya. Dari sini kita bisa merenung sejenak bahwa kudus adalah dambaan setiap manusia beriman namun harus disadari dan diterima menjadi kudus tidak berarti harus lepas dari penderitaan. Kemungkinannya menjadi suci boleh jadi pasti menderita…!

St. Therese dari Lisieux dalam doa dan harapannya mengungkapkan: ”Tuhanku Yesus Kristus, Engkau mendengar saya, dan kaulah teman yang saya cintai. Untuk menebus hati saya, Engkau menjadi manusia dan rela menumpahkan darah-Mu. Itulah misteri tertinggi…! Jika saya dapat melihat kecemerlangan wajah-Mu atau mendengar suara manis-Mu, ya Tuhan, saya dapat hidup dalam kasih karunia; saya dapat beristirahat di Hati Kudus-Mu!” Ini adalah sebuah doa dan harapan yang indah, terdengar akrab dan intim penuh kasih, doa yang memancarkan kerinduan untuk diam dan bersemayan dalam ribaan Hati Kudus Yesus.

St. Teresa dari Calcutta“Jangan biarkan masa lalu mengganggu Anda. Tinggalkan semuanya di (dalam) Hati Kudus Yesus dan mulai lagi dengan sukacita”. Orang suci dari Calcuta ini mempunyai keyakinan bahwa manusia pasti akan mengalami penderitaan, atau sesuatu yang tidak baik yang bisa mengganggu hidupnya. Namun sebagai orang beriman, kita harus berani meninggalkan itu semua pada Hati Kudus Yesus. Berarti kita harus yakin bahwa Yesus tidak akan pernah menolak segala sesuatu yang dapat mengganggu hidup kita. Justru yang diharapkan adalah kita harus senantiasa bersukacita, berarti kita mesti mulai lagi dan mulai lagi dengan bersukacita….Ini adalah ciri khas menjadi umat kristiani, pengikut Yesus.

St. Yohanes Paulus II,Seorang Paus zaman ini yang telah menjadi seorang santo ini menyatakan bahwaDalam Hati Kudus Yesus semua kekayaan hikmat dan pengetahuan tersembunyi. Dalam Hati Ilahi ada cinta Tuhan yang tak terbatas untuk semua orang; untuk kita masing-masing.” Beliau mau menyatakan bahwa Hati Yesus merupakan kekayaan dan sumber segala-galanya yang kita butuhkan untuk hidup di dunia ini.

Venerabilis Pius XII.Paus Pius XII ini menyatakan bahwa “sama sekali tak mungkin terhitung hadiah surgawi bagi mereka yang mengabdikan diri kepada Hati Yesus. Hati Kudus Yesus telah dicurahkan ke dalam jiwa-jiwa umat beriman, memurnikan kita, menawarkan kekuatan surgawi, dan menguatkan kita untuk mencapai semua kebajikan.” Kita, umat beriman yang berdevosi dan mengabdikan hidup kita kepada Hati Kudus Yesus, bila hidup kita sesuai dengan kehendak hati_nya, pastilah kita akan menjadi orang yang penuh kebajikan ilahi. Kita akan menjadi saleh dan kudus seperti yang diharapkan Tuhan.

Venerabilis Yohanes Leo Dehon(pendiri kongregasi SCJ/Hati Kudus Yesus); menyatakan tentang harta warisan rohaninya kepada kami para pengikutnya adalah Kerajaan Hati Kudus Yesus. Datanglah Kerajaan-Mu “adveniat regnum tuum” menjadi motto kongregasinya (SCJ – Sacerdotum a Sacro Cor de Jesu), “ecce venio” – lihatlah, aku datang untuk melakukan kehendak-Mu – dan “ecce ancilla” – aku ini hamba Tuhan – menjadi spiritualitasnya. Maka dari itu, – mohon selalu didoakan – “semoga kami para SCJ sungguh dapat hidup dan berkarya berdasarkan apa yang kami warisi ini. Vivar Cor Jesu – per Cor Mariae! Di muliakanlah hati Yesus melalui Hati Maria….”

Kalau para kudus dan para orang yang pantas dihormati tadi bisa menghayati Hati Kudus Yesus seperti itu, lalu bagaimana dengan kita yang hidup sebagai umat beriman zaman sekarang? Tidakkah kita juga bisa menimba kekayaan HKY kemudian sebagai modal untuk menjadikan diri kita ‘nabi2 cintakasih’ di zaman modern ini yang bersedia melayani usaha untuk pendamaian (manusia x Tuhan). Lalu sebagai perwujudan nyata dari semangat Hati Yesus yang mahakudus hendaknya kita mau mengasihi,  dan mendoakan serta membimbing sesama kepada keselamatan dalam kasih Tuhan kita, Yesus Kristus?

Kita perlu selalu datang dan mau belajar serta menimba kasih Hati Tuhan Yesus. Itulah tanggapan yang benar dari undanganTuhan Yesus yang tadi kita dengar bersama, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan”.

Semoga kita semua dengan rela hati dan tulus memuji dan memuliakan Hati Kudus Yesus tidak hanya secara liturgis dalam nyanyian dan doa, dalam Adorasi dan Misa Jumat pertama, tetapi juga dalam tindakan nyata terhadap sesama, Tuhan dan diri kita… dengan menjadikan Allah sebagai motivasi tindakan kita, demi Dia, dalam Dia dan karena Dia. Hal itu hendaknya kita lakukan dalam hidup kita sehari-hari.***

LEAVE A COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *