Deprecated: Array and string offset access syntax with curly braces is deprecated in /home/scjori3/public_html/wp-content/themes/porto/porto/inc/functions/general.php on line 178
PIKNIK, SEBUAH METAFOR UNTUK HIDUP – Rumah Dehonian

PIKNIK, SEBUAH METAFOR UNTUK HIDUP

PIKNIK, SEBUAH METAFOR UNTUK HIDUP

 

 

 Judul             : Hidup Itu Singkat, Pikniklah

Penulis           : Elis Handoko

Penerbit         : Rumah Dehonian

Tebal               : XII + 222 halaman

ISBN                : 9786025191398

Harga              : Rp 79.000

 

Ini bukan buku traveling!

Di dalamnya memang banyak omongan tentang piknik, traveling, atau trip di suatu spot tertentu. Ada satu tahapan penulis menuturkan piknik seperti orang kebanyakan ketahui dan lakukan. Yakni, sebuah gambaran aktivitas yang dilakukan seorang traveler, aktivitas luar rumah sebagai suatu upaya untuk keluar dari rutinitas dengan bepergian  ke suatu tempat. Di level ini, penulis mengurai berdasar pada pengalaman mengunjungi pelosok Nusantara, traveling ke beberapa negara, dan ziarah jalan kaki selama 12 hari di Spanyol dalam rangka Camino.

Lebih dari itu, buku ini menitikberatkan tuturannya sebagi langkah memilih sudut dalam memandang. Sebuah cara memaknai realitas sehari-hari dari sudut seorang traveler. Dengan jiwa traveler, penulis memantik optimisme dan keterbukaan dalam melihat dan merespon segala situasi yang hadir di dalam hidup, kapan dan di mana pun. Setiap seituasi menawarkan ruang  bagi kita untuk belajar, tumbuh, maju, dan menggapai sukses.

Seperti tertuang pada halaman 18, “Jangan hanya menonton, namun keluar dan berinteraksilah. Di luar sana ada dunia luas membentang yang dipenuhi hidup, vitalitas, energi, pengalaman dan kejutan. Keluarlah, jadilah bagian darinya dan belajarlah!” Begitulah penulis menjadikan perjalanan traveling atau piknik sebagai sebuah metafor. Inilah proses pendidikan karakter, mental, serta nurani tentang manusia di tengah bentangan peradaban dan alam yang menawarkan kebaruan perspektif. Ya, belajar melihat hidup dari aneka perspektif, lalu belajar menerima dan menghargainya.

Yosephine Aprilia Hartono

 

LEAVE A COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *